Senin, 09 Oktober 2017

Famous food

Resep Bakmi Mie Jawa
Bakmi Jawa merupakan salah satu makanan khas khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Bakmi Jawa atau Mi Jawa dahulu dikenal dengan istilah bakmi rebus atau dalam bahasa jawa disebut dengan Bakmi godhog yang dimasak dengan bumbu dan rempah yang khas masakan Jawa. Diluar negeri seperti di Singapura dan Malaysia, Bakmi Jawa dikenal dengan sebutan mee rebus meskipun sebenarnya Bakmi Jawa memiliki banyak variasi seperti mie goreng dan bahkan penjual Bakmi jawa di Yogyakarta pasti juga menjual nasi goreng di dalam menu masakannya.
Keistimewaan Bakmi Jawa lainnya adalah pada cara pengolahannya. Bakmi jawa dimasak masih menggunakan cara tradisional yaitu masih menggunakan tungku tanah liat (anglo) dan api dari arang. Setiap pembeli bakmi jawa meskipun memesan dengan jumlah posri yang banyak, namun penjual bisanya membuatnya tetap satu persatu porsi menggunakan wajan yang kecil tidak diolah secara missal secara berbarengan. Hal tersebut akan menjaga rasa bakmi jawa sehingga tetap khas di lidah. Keistimewaan lainnya bakmi ini adalah pada suwiran daging ayam kampong dan telur bebek sebagai bahan membuatnya. Rasa yang akan diperoleh dari bahan-bahan tersebut akan membuat rasa bakmi Jawa menjadi khas.
Melihat latar belakang sejarahnya, pada mulanya bakmi ini berasal dari Desa Piyaman, Wonosari, Gunung kidul, Yogyakarta yang dipercaya sebagai tempat asal pembuat bakmi jawa. Dalam perkembangannya, kuliner tradisional ini telah menyebar dan ada hampir diseluruh wilayah Indonesia maupun luar negeri. Penjualnya pun memiliki ciri khas tersendiri. Mereka biasanya menjajakan dagangannya mulai senja dengan menggunakan gerobak tempat memasak bakmi di depan tempat usaha mereka. Di Yogyakarta sendiri telah ada banyak penjual bakmi jawa yang sudah sangat terkenal. Terdapat Bakmi Pak Pele di Alun-Alun Utara, Bakmi Kadin, Bakmi Mbah Hadi Terban, Bakmi Mbah Mo di Desa Code, Trirenggo, Bantul dan Bakmi Mbah Wito di Desa Piyaman, Wonosari, Gunungkidul. Para pecinta kuliner belum lengkap rasanya jika belum mencoba mencicipi masakan Bakmi Jawa ini.
bahan-bahan
  • 400 Gram mie basah
  • 200 Gram kol
  • 2 Buah tomat
  • 3 Batang daun bawang
  • 2 Batang daun seledri
  • 400 Gram ayam goreng
  • 4 Sdm minyak goreng
  • 1,5 Liter kaldu ayam kampung
  • 2 Telur, kocok lepas
  • 2 Sendok makan kecap manis
  • 2 Sendok makan bawang goreng
  • Acar mentah dan emping goreng sebagai pelengkap.
Cara membuat Bakmi  Jawa
Siram mie dengan air panas lalu tiriskan, sambil menunggu anda bisa mengiris kol ukuran 1cm, merajang tomat, iris-iris daun bawang 1cm, iris halus seledri suwir-suir daging ayam (buang tulangnya) lalu sisihkan.

  1. Panaskan minyak goreng tumis bumbu halus sampai harum, tuangkan kaldu hingga mendidih setelah itu tuangkan telur kocok sedikit demi sedikit sambil di aduk perlahan hingga telur matang dan bergumpal kecil-kecil.
  2. Masukkan kecap manis dan ayam yang sudah di suwir tadi lalu didihkan kembali.
  3. Masukkan kol, tomat, dan daun bawang dan tunggu sampai sayuran agak layu.
  4. Tambahkan mie dan seledri, aduk sebentar lalu angkat.
  5. Taruh mi kedalam piring saji, taburi bawang goreng.
  6. Bakmie Jawa Khas solo siap disantap (hidangkan selagi panas disertai lalapan jika mau)







Bubur Ayam 

Kelezatan bubur ayam, sebagai salah satu menu alternatif tak lagi diragukan. Selain itu, kandungan gizi dalam bubur ayam dianggap sangat baik, khususnya bagi mereka yang sakit dan sedang dalam masa penyembuhan. Namun tahukah anda, jika sebenarnya bubur ayam sarat akan sejarah dan makna?

Sejarah
Ditemui beberapa waktu lalu, salah seorang pengamat kuliner tradisional China, Budi San menjelaskan jika sejarah bubur ayam China sudah dimulai sejak era Kaisar Shih Huang Ti (238 SM), yang terkenal bisa menyatukan China dalam satu kekuasaan.

Kaisar Shih merupakan kaisar yang tercatat banyak melakukan perubahan besar di daratan China, ujar Budi.

Ada kisah di zaman dinasti Chou, kekaisaran China terpecah belah menjadi beberapa bagian kerajaan kecil. Kejadian itu membuat rakyat menjadi susah dalam segala hal, khususnya masalah pangan.

Keprihatinan inilah, yang akhirnya membuat Kaisar Shih, kaisar yang muncul setelah dinasti Chou berakhir, untuk berpikir keras membuat alternatif makanan, sehingga rakyat dan prajuritnya tidak mati kelaparan.
Karena selain perang, ternyata banyak catatan menyebutkan pada waktu awal Kaisar Shih bertahta, wilayah China sedang dilanda paceklik karena kemarau panjang, ungkapnya.

Akibatnya, di mana-mana terjadi bencana kelaparan, hingga menimbulkan penyakit menular dan kematian. Awalnya kaisar berpikir untuk melakukan revolusi pertanian.

Namun ternyata setelah direnungkan, ternyata rentang waktu untuk bisa memanen sangatlah lama. Artinya, Kaisar Shih harus bisa berpikir bagaimana memanfaatkan apa yang ada dan tersisa, untuk diolah menjadi makanan yang berguna dan bisa diproduksi secara cepat serta massal. Di satu sisi, kadang kala Kaisar juga sangat menyayangkan ketika mendapati kenyataan banyak makanan basi, terutama nasi karena kondisi cuaca yang sangat ekstrem.

Dari situlah, kemudian kaisar kemudian bertanya kepada para juru masak istana dan beberapa pakar lainnya. Namun ternyata, jawaban yang diberikan sangat tidak memuaskan, kata Budi.

Hingga pada suatu ketika, secara tidak sengaja ketika makan, Kaisar Shih melihat nasi yang akan disantapnya melunak ketika disiram kuah sayur yang panas. Kemudian dari situlah muncul ide, untuk melunakkan nasi yang tadinya keras.

Setelah melalui beberapa kali percobaan, akhirnya ditemukan cara untuk membuat bubur. Yaitu dengan cara menambah air lebih banyak, ketika menanak nasi.

Cara itu berhasil. Beras yang dimasak dengan air lebih banyak, menjadi sangat empuk dan bahkan melumer menjadi lebih banyak. Dan itulah awal terciptanya bubur, ucap Budi.

Akhirnya Kaisar Shih memerintahkan juru masak istana untuk memasak bubur secara massal. Kemudian bubur itu, dicampur dengan kuah sayur yang diberi kaldu ayam. Hal itulah yang berkembang dan menjadi sebuah masakan bubur ayam.


Masalah pangan pun bisa sedikit teratasi dan dengan mengonsumsi bubur, masyarakat bisa lebih kenyang dan bisa kebagian secara adil. Pada perjalanannya, bumbu bubur ayam kemudian berkembang dan banyak sekali variasinya hingga seperti sekarang.

Untuk itulah, hingga sekarang di Tiongkok bubur ayam itu dianggap sebagai simbol persatuan dan keharmonisan, karena sifatnya yang mampu mengenyangkan semua secara merata, lunak, namun tidak kehilangan cita rasa, katanya.



Bahan :
1/2 ekor ayam kampung
1 1/2 sdt garam
1 ltr air
2 ltr air
250 gr beras
1,5 ltr air kaldu
2 lbr daun salam
Bahan saus :
1 sdm minyak goreng
1/4 butir biji pala
750 ml air rebusan ayam
1 sdt garam
2 sdt kecap manis
1 btg daun bawang, iris tipis
Bumbu halus :
8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm kunyit
3 butir kemiri, sangrai
1/4 sdt ketumbar, sangrai
1/4 sdt merica
Bahan Pelengkap :
2 butir telur pindang, belah menjadi 2
2 batang seledri, iris halus
2 sdm bawang goreng
4 sdm kedelai goreng
kerupuk
sambal
Cara membuat :
1. Rebus 1/2 ekor ayam ke dalam 1 ltr air dan 1/2 sdt garam sampai empuk. Angkat dari atas api, suwir-suwir dan sisihkan airnya. Air rebusan ayam ini akan digunakan untuk kuah bubur.
2. Didihkan air kaldu, masukkan beras beserta garam dan daun salam. Aduk terus sampai menjadi bubur.
3. Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan pala sampai harum.
4. Tambahkan 750 ml air rebusan ayam beserta garam dan kecap manis. Masak sampai air mendidih, kemudian masukkan daun bawang dan angkat.







https://gudeg.net/direktori/1876/sejarah-bakmi-jawa.html
http://www.fourlook.com/post/sejarah-bubur-ayam-penggemar-bubur-ayam-masuk--6177.html
http://resepmie.com/cara-membuat-bakmi-jawa.html
http://resepcaramembuat.com/resep-bubur-ayam.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar