Sourdough
Sebelum ada ragi, orang dulu membuat ragi
dengan menggunakan teknik sourdough. Metode
kuno untuk membuat roti ini kira-kira
ditemukan 4000 tahun sebelum masehi. Sourdough atau
sering disebut natural yeast digunakan
sampai pertengahan 1800 tahun sebelum masehi atau
tepatnya sampai Louis Pasteur menemukan
ragi instan.
sebelum digantikan barm yang berasal dari
proses pembuatan bir dan kemudian digunakan
sebagai kultur pembuatan ragi.
Sourdough merupakan salah satu teknik
pembuatan roti yang paling tradisional dan kuno yang
digunakan untuk membuat kebanyakan
roti-roti di Eropa.
Pembuatan roti sourdough berbeda berbanding
dengan pembuatan roti yang dijual secara
komersial, kerena adonan roti akan
dicampurkan dengan dough masam, yang merupakan
campuran air dan tepung yang dibiarkan
terbuka pada suhu ruang untuk proses penyimpanan.
Ragi liar yang berada dalam sourdough akan
memakan gula yang terkandung dalam adonan
tepung dan menjadikan adonan ini menjadi
masam.
Karbon dioksida yang terhasil semasa
penyimpanan sourdough akan menghasilkan ruang-ruang
udara yang akan menaikkan roti dan memberi
tekstur padat dalam roti dan garing di bagian
luarnya.
Recipe asli roti sourdough dibuat dari
sourdough (bahan penaik semula) dan tidak menggunakan
ragi instan atau lebih dikenal sebagai ragi
kering yang digunakan dalam roti komersial atau roti
asia untuk mengembangkan dough, namun ada
juga recipe yang mencampurkan sedikit ragi
instan.
Membuat roti dengan teknik ini memakan
proses fermentasi panjang menggunakan ragi yang
berasal dari alam dan juga lactobacilli.
Ragi sourdough biasa disebut leaven, yang akan
menghasilkan gelembung atau busa yang akan
melembutkan adonan roti. Gelembung yang
dihasilkan leaven adalah gas karbon
dioksida (CO 2 ). Roti dengan teknik sourdough ini akan
terasa sedikit asam karena dihasilkannya
asam laktat oleh lactobacilli.
Pembuatan starter sourdough merupakan
kegiatan yang membutuhkan perhatian khusus dan
menyita waktu, rata-rata sekitar 5 hari
atau lebih lama, tergantung kondisi dapur kita. Setiap hari
kita harus “memberi makan” dengan air dan
tepung baru dalam takaran yang sama. Ketika ragi
alami mulai hidup, adonan menjadi berbusa
dan berbau asam.
3 Type Cara Membuat Sourdough Starter :
1. Mencampur air dan tepung dengan
perbandingan 1:1, kemudian “diberi makan” setiap hari
dengan takaran yang sama sampai adonan siap
digunakan.
2. Menggunakan anggur organik. Cuci dan
bersihkan anggur lalu cemplungkan anggur ke dalam
air bersih selama 2 menit. Air kemudian
akan mengandung ragi alami dari kulit anggur, yang
bisa dijadikan air starter seperti cara
pertama.
3. Menggunakan kefir. Cara ini lebih cepat,
bisa langsung digunakan dalam resep roti dan kue
dengan sourdough. Campur ½ cangkir air
dengan ½ cangkir tepung, masukkan ½ sendok teh
kefir, aduk rata dan diamkan supaya
berfermentasi. Aduk setiap 8 jam tapi biasanya ragi sudah
aktif dalam 2-3 jam.
Kali ini saya akan menjelaskan cara membuat
dengan perbandingan 1:1
Hari ke 1
Campur tepung dengan air lalu simpan dalam
wadah tertutup. Baiknya wadah plastik, karena
kalau kaca, pada proses fermentasi, jika
tekanan terlalu tinggi kaca bisa pecah.
Hari ke 2
Pada hari ke dua ini, ada beberapa
referensi yang mengeluarkan setengah bagian adonan hari ke
1 (pada kali ini saya tidak melakukannya,
karena itu hanya bertujuan agar tidak terlalu penuh
saja), lalu tambahkan takaran yang sama :
tepung dan air campur rata. Tutup kembali wadah.
Simpan di tempat yang hangat dan tidak
terganggu.
Hari ke 3
Ulangi proses hari ke 2
Hari ke 4
Ulangi proses hari ke 2. Saat ini sourdough
hampir setengah jadi
Hari ke 5 s/d 7
Ulangi proses hari ke 2
Setelah hari ke 7 selesai maka adonan
starter sudah jadi dan siap di gunakan untuk membuat roti,
cake, cookies, dll
Note :
Untuk seterusnya sourdough dirawat sama
dengan langkah ke 2, namun cukup sekali dalam
seminggu saja. Jika tidak dirawat secara
rutin, maka tingkat keasamannya naik, dan roti akan jadi
sangat asam.
Proses perawatan harian / mingguan
disarankan dilakukan di jam yang sama agar kita bisa
mengetahui waktu terbaik menggunakan
sourdough tsb. Waktu terbaik adalah 6 jam setelah
perawatan.
Pada proses fermentasi akan terlihat
gelembung – gelembung kecil di adinan tersebut.
Sourdough yang abik akan mengeluarkan bau
yang enak seperti bau buah, bau susu, dll. Bau ini
samar – samar tercium. Gunakan feeling saja
dalam mencium bau. Jika tercium tidak segar lagi
maka jangan gunakan.
Sourdough jika dirawat rutin akan bisa
hidup bertahun – tahun.
Pada saat proses pembuatan sourdough jika
ada timbul lapisan hitam, tidak apa biarkan saja,
karena itu merupakan reaksi dari fermentasi
pada adonan.
DAY 1
TANGGAL
|
SUHU
|
EXPLANTMEN ABOUT CONTION
|
O9/10/2017
|
31 Oc
|
Warna : putih tulang
|
88 Of
|
Aroma :masih beraroma tepung
|
|
Tekstur : lengket dan sedkit kenyal
|
Sumber :
http://www.basilicha.com/2013/05/apa-itu-
sourdough.html
http://ww1.utusan.com.my/utusan/Keluarga/20131025/ke_05/Roti-kuno-
sourdough
https://goodiebake.com/2016/04/28/sourdough-ragi-
alami-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar