Senin, 09 Oktober 2017

Sourdough

Sourdough

     Sebelum ada ragi, orang dulu membuat ragi dengan menggunakan teknik sourdough. Metode
kuno untuk membuat roti ini kira-kira ditemukan 4000 tahun sebelum masehi. Sourdough atau
sering disebut natural yeast digunakan sampai pertengahan 1800 tahun sebelum masehi atau
tepatnya sampai Louis Pasteur menemukan ragi instan.

    Adonan asam tetap menjadi ragi yang selalu dipakai di Eropa selama Abad Pertengahan
sebelum digantikan barm yang berasal dari proses pembuatan bir dan kemudian digunakan
sebagai kultur pembuatan ragi.

     Sourdough merupakan salah satu teknik pembuatan roti yang paling tradisional dan kuno yang
digunakan untuk membuat kebanyakan roti-roti di Eropa.

      Pembuatan roti sourdough berbeda berbanding dengan pembuatan roti yang dijual secara
komersial, kerena adonan roti akan dicampurkan dengan dough masam, yang merupakan
campuran air dan tepung yang dibiarkan terbuka pada suhu ruang untuk proses penyimpanan.
Ragi liar yang berada dalam sourdough akan memakan gula yang terkandung dalam adonan
tepung dan menjadikan adonan ini menjadi masam.

     Karbon dioksida yang terhasil semasa penyimpanan sourdough akan menghasilkan ruang-ruang
udara yang akan menaikkan roti dan memberi tekstur padat dalam roti dan garing di bagian
luarnya.

     Recipe asli roti sourdough dibuat dari sourdough (bahan penaik semula) dan tidak menggunakan
ragi instan atau lebih dikenal sebagai ragi kering yang digunakan dalam roti komersial atau roti
asia untuk mengembangkan dough, namun ada juga recipe yang mencampurkan sedikit ragi
instan.

    Membuat roti dengan teknik ini memakan proses fermentasi panjang menggunakan ragi yang
berasal dari alam dan juga lactobacilli. Ragi sourdough biasa disebut leaven, yang akan
menghasilkan gelembung atau busa yang akan melembutkan adonan roti. Gelembung yang
dihasilkan leaven adalah gas karbon dioksida (CO 2 ). Roti dengan teknik sourdough ini akan
terasa sedikit asam karena dihasilkannya asam laktat oleh lactobacilli.

    Pembuatan starter sourdough merupakan kegiatan yang membutuhkan perhatian khusus dan
menyita waktu, rata-rata sekitar 5 hari atau lebih lama, tergantung kondisi dapur kita. Setiap hari
kita harus “memberi makan” dengan air dan tepung baru dalam takaran yang sama. Ketika ragi
alami mulai hidup, adonan menjadi berbusa dan berbau asam.


3 Type Cara Membuat Sourdough Starter :
1. Mencampur air dan tepung dengan perbandingan 1:1, kemudian “diberi makan” setiap hari
dengan takaran yang sama sampai adonan siap digunakan.

2. Menggunakan anggur organik. Cuci dan bersihkan anggur lalu cemplungkan anggur ke dalam
air bersih selama 2 menit. Air kemudian akan mengandung ragi alami dari kulit anggur, yang
bisa dijadikan air starter seperti cara pertama.

3. Menggunakan kefir. Cara ini lebih cepat, bisa langsung digunakan dalam resep roti dan kue
dengan sourdough. Campur ½ cangkir air dengan ½ cangkir tepung, masukkan ½ sendok teh
kefir, aduk rata dan diamkan supaya berfermentasi. Aduk setiap 8 jam tapi biasanya ragi sudah
aktif dalam 2-3 jam.

Kali ini saya akan menjelaskan cara membuat dengan perbandingan 1:1
Hari ke 1 
Campur tepung dengan air lalu simpan dalam wadah tertutup. Baiknya wadah plastik, karena
kalau kaca, pada proses fermentasi, jika tekanan terlalu tinggi kaca bisa pecah.

Hari ke 2 
Pada hari ke dua ini, ada beberapa referensi yang mengeluarkan setengah bagian adonan hari ke
1 (pada kali ini saya tidak melakukannya, karena itu hanya bertujuan agar tidak terlalu penuh
saja), lalu tambahkan takaran yang sama : tepung dan air campur rata. Tutup kembali wadah.
Simpan di tempat yang hangat dan tidak terganggu.

Hari ke 3 
Ulangi proses hari ke 2

Hari ke 4 
Ulangi proses hari ke 2. Saat ini sourdough hampir setengah jadi

Hari ke 5 s/d 7 
Ulangi proses hari ke 2
Setelah hari ke 7 selesai maka adonan starter sudah jadi dan siap di gunakan untuk membuat roti,
cake, cookies, dll

Note :
Untuk seterusnya sourdough dirawat sama dengan langkah ke 2, namun cukup sekali dalam
seminggu saja. Jika tidak dirawat secara rutin, maka tingkat keasamannya naik, dan roti akan jadi
sangat asam.
Proses perawatan harian / mingguan disarankan dilakukan di jam yang sama agar kita bisa
mengetahui waktu terbaik menggunakan sourdough tsb. Waktu terbaik adalah 6 jam setelah
perawatan.
Pada proses fermentasi akan terlihat gelembung – gelembung kecil di adinan tersebut.
Sourdough yang abik akan mengeluarkan bau yang enak seperti bau buah, bau susu, dll. Bau ini
samar – samar tercium. Gunakan feeling saja dalam mencium bau. Jika tercium tidak segar lagi
maka jangan gunakan.
Sourdough jika dirawat rutin akan bisa hidup bertahun – tahun.
Pada saat proses pembuatan sourdough jika ada timbul lapisan hitam, tidak apa biarkan saja,
karena itu merupakan reaksi dari fermentasi pada adonan.

DAY 1
TANGGAL
  SUHU
   EXPLANTMEN ABOUT CONTION
O9/10/2017
31 Oc
Warna : putih tulang

88 Of
Aroma :masih beraroma tepung


Tekstur : lengket dan sedkit kenyal








Sumber :
http://www.basilicha.com/2013/05/apa-itu- sourdough.html
http://ww1.utusan.com.my/utusan/Keluarga/20131025/ke_05/Roti-kuno- sourdough
https://goodiebake.com/2016/04/28/sourdough-ragi- alami-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar