Labu kuning atau biasa disebut waluh termasuk komoditas pangan yang telah banyak dikenal masyarakat. Di Indonesia, tanaman yang dalam dalam Bahasa Inggrisnya bernama "Pumkin" ini sering digunakan sebagai aneka olahan makanan berupa kolak atau dijadikan sup sayuran.
Di negara Eropa dan Amerika Serikat, buah ini sering digunakan dalam perayaan Halloween . Labu kuning merupakan bahan pangan yang kaya akan vitamin A dan C, mineral, serat karbohidrat dan daging buahnya mengandung antioksidan yang bermanfaat sebagai anti kanker.
Buah mudanya dapat dijadikan sayuran, sedangkan bua yang tua dapat direbus atau digoreng sebagai cemilan. Bijinya yang mengandung minyak dapat digoreng dan enak dimakan.
Klasifikasi Labu Kuning
KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Rosanae
ORDO : Cucurbitales
FAMILI : Cucurbitaceae
GENUS : Cucurbita L
SPESIES : Cucurbita Moschata Duchesne
Morfologi Labu Kuning
1.) Akar Labu Kuning :
Perkecambah biji labu menghasilkan akar pertama dan tunas, kumudian akan disusul dengan tumbuhnya akar-akar rambut yang semakin banyak dari waktu ke waktu. Radius yang bisa dicapai oleh akar labu mencapai 30-40 cm.
2.) Batang Labu Kuning
Labu adalah tanaman semusim yang tumbuh merambat/menjalar dengan kait di bagian batangnya dan jarang berkayu. Kait pada batang tanaman labu berbentuk melingkar seperti spiral. Batang tanaman ini berwarna hijau muda dan mempunyai bulu-bulu halus serta berakar lekat. Panjang bataang bisa mencapai lebih dari 5 meter.
3.) Daun Labu Kuning
Daun labu berbentuk lebar, berlekuk daangkal kadang bercak putih, ukurannya 20 x 30, tangkai daun panjangnya 12-30 cm. Daun tanaman labu merupakan daun tunggal yang memiliki pertulangan daun majemuk menjari. Dunnya menyebar di sepanjang batang, bentuk daun labu menyerupai jantung dan bertangkai, warna daun adalah hijau, seperti daun tanaman pada umumnya, dan permukaannya kasar.
4.) Bunga Labu Kuning
Bunga tanaman labu berwarna kuning dan berbentuk menyerupai lonceng. Didalam satu rumpun bunga terdapat bunga jantan dan bunga betina (uniseksul). Bunga jantan mempunyai tangkai yang tipis tapi panjang. Saat umur tanaman mencapai 1,5 bulan, bunga jantan akan muncul untuk pertama kalinya lalu disusul dengan bunga betina. Penyerbukan tanaman terjadi dengan bantuan angin dan sersngga.
5.) Buah Labu Kuning
Buah labu berbentuk bermacam-macam, ada yang berbentuk pipih, lonjong atau memanjang dengan alur yang berjumlah sekitar 15 hingga 30 alur. Buah labu yang masih muda berwarna hijau dan berubah menjadi kuning kecoklatan ketika tua. Ukuran pertumbuhan buah ini cepat mencapai 350 gram / hari.
Buahnya beragam, tidak berkulit keras, warnanya hijau pudar, daging buah kuning, bertekstur halus dengan serat-serat gelatin, bijinya berlemak, coklat gelap, asimetris. Contoh varietas : Sugar, Buttermet, Kentucky.
Buah labu berwarna kuning jingga / orange dikarenakan banyak mengandung beta karoten yang berguna sebagai zat anti oksidan dan pro vitamin A. Daging buahnya jika dibeah akan terlihat pensmpsng yang berbentuk bintang. Daging buahnya berwarna kuning dan berasa manis sedikit masam dengan tekstur renyah.
6.) Biji Labu Kuning
Tanaman labu umumnya memiliki banyak biji yang berbentuk pipih, bundar telur (oval), sampai bundar memanjang. Bagian ujung biji labu membulat, sedangkan pada bagian pangkal meruncing. Permukaan bijinya licin dan buram, letak bijinya terdapat pada bagiaan tengah-tengah buah.
Untuk budidaya tanaman labu, pada umumnya ditanam pada musim kemarau setelah padi sawah pada lahan tegalan. Biasaa ditanam pada akhir musim penghujan. Pengolahan tanah dilakukan untuk membuat bedengan, guludan, atau gundukan tanah. Jarak tanam beragam sekitar 100 - 150 cm, tiap liang tanam diisi 2 - 3 biji yang kemudian dijarangkan.
Pupuk NPK daapat diberikan untuk memperbaiki pertumbuhan dan menaikkan hasil buah. Dosisnya berkisar 600 - 800 kg/ha (Pupuk NPK 5 : 10 : 10). Pupuk kandang dapat diberikan pada saat pengolahan tanah, yakni dicampur dengan tanah atau ditempatkan di liang tanam.
http://www.materipertanian.com/klasifikasi-dan-deskripsi-labu-kuning/
REBUNG
Rebung merupakan salah satu jenis makanan khas di benua Asia. Dalam bahasa Inggris, rebung disebut bamboo sprout atau bamboo shoot. Rebung merupakan tunas bamboo yang masih muda. Dalam bahasa Jawa, rebung disebut dengan nama "bung". Umumnya rebung dibuang kelopaknya, kemudian dipotong\g kecil-kecil sebelum diolah menjadi sebuah masakan. Rebung dapat dipanen sepanjang tahun, umumnya rebung dipanen pada musim penghujan. Rebung dapat dipanen saat mencapai diameter 7 cm serta tingginyaa sekitar 20 cm dari permukaan tanah.
Manfaat mengkonsumsi rebung :
1. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh
2. Menurunkan berat badan
3. Menurunkan kolesterol
4. Menyembuhkan luka atau bisul
5. Melancarkan menstruasi
Ciri-ciri rebung yang baik :
1. Berbentuk kerucut
2. Setiap ujung glugut (rambut bambu) memiliki bagian seperti ujung daun bambu, tetapi warnanya
cokelat.
Kandungan gizi yang terdapat pada rebung :
1. Thiamin
2. Protein
3. Karbohidrat
4. Kalium
5. Vitamin A
6. Vitamin C
7. Fosfor
http://necturajuice.com/kandungan-dan-manfaat-rebung-untuk-kesehatan/
http://putroeintan.blogspot.co.id/2011/06/rebung.html
https://www.deherba.com/tahukah-anda-berbagai-khasiat-rebung.html
BAYAM
Bayam “ Amaranthus sp. ” adalah salah satu tanaman sayuran yang dapat di budidayakan di dataran rendah dan dataran tinggi. Bayam ini memiliki dua jenis yang dapat di budidayakan yaitu bayam putih ( Amaranthus tricolor )dan bayam cabut( Amaranthus hibrydus L ). Namun, kedua bayam ini memiliki perbedaan yang sangat jauh mulai dari bentuk daun, cabang batang dan juga bunga. Secara garis besarnya bayam ini masih berfamili dengan bayam-bayaman (Amaranthuscea).
Klasifikasi Tanaman BayamKingdom : Plantae
Sub Kingdom :Tracheobionta
Sub Divisi : Spermatophyta
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliophyta
Sub Classis : Caryophylidae
Famili : Amaranthacea
Genus : Amaranthus
Species : Amaranthus L. (Amaranthus sp.)
Morfologi Tanaman Bayam
a. Akar
Tanaman bayam memiliki akar perdu ( terma ), akar tanaman bayam ini akan menembus tanah hingga kedalaman 20-40 cm bahkan lebih. Akar tanaman bayam ini tergolong akar tunggang dan memiliki serabutan di bagian atasnya.
b. Batang
Tanaman bayam memiliki batang tumbuh dengan tegak, tebal dan banyak mengandung air. Batang pada tanaman ini memiliki panjang hingga 0.5-1 meter dan memiliki cabang monodial. Batang bayam berwarna kecoklatan, abu-abu dan juga memiliki duri halus di bagian pangkal ujung batang tanaman bayam.
c. Daun
Tanaman ini memiliki daun tunggal, berwarna hijau muda dan tua, berbentuk bulat memanjang serta oval. Panjang daun pada bayam 1,5-6,0 cm bahkan lebih, dengan lebar 0,5 – 3,2 cm dan memiliki pangkal ujung daun runcing serta obtusus. Batang bayam di sertai dengan tangkai yang berbentuk bulat dan memiliki permukaan opacus. Panjang tangkai ini mencapai 9.0 cm dan memiliki bagian tepi atau permukaan repandus.
d. Bunga
Bunga tanaman bayam ini memiliki kelamin tunggal, berwarna hijau tua, dan juga memiliki mahkota terdiri dari daun bunga 4-5 buah, benang sari 1-5, dan bakal buah 2-3 buah serta lainnya yang membantu dalam penyerbukan. Bunga tanaman bayam ini berukuran kecil dan memiliki panjang mencapai 1,5-2,5 cm, serta tumbuh di ketiak daun yang tersusun tegak. Namun, penyerbukan bunga ini biasanya di bantu juga dengan binatang sekitar dan angin.
e. BijiTanaman bayam memiliki biji berukuran kecil, dan halus, memiliki bentuk bulat serta memiliki warna kecoklatan hingga kehitaman. Namun, ada beberapa jenis bayam yang terdapat biji berwarna putih dan merah, contohnya bayam maksi.
http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-bayam



Tidak ada komentar:
Posting Komentar